Tak Terima Anggotanya Dikeroyok, Ratusan Anggota PP Minta Bubarkan Ormas PERPAM

ayuamalia, 18 Jan 2020, PDF
Share w.App T.Me
INDONESIASATU.CO.ID:

Kota Serang - Pengeroyokan terhadap dua orang anggota Ormas Pemuda Pancasila (PP) yang berprofesi sebagai debt collector membuat geram anggota PP lainnya.

Tak hanya anggota PP, warga Kp. Pekarungan yang merupakan saudara salah satu korban pengeroyokan tidak menerima dengan adanya kejadian tersebut sehingga berduyun duyun mendatangi Polsek Serang Kota.

Kapolres Serang Kota, Waka Polres Serang Kota, Kapolsek Serang, Danramil Serang dan tokoh masyarakat melakukan negosiasi kepada perwakilan masyarakat dan keluarga korban agar tetap menjaga situasi Kamtibmas.

Dedy Yulfris selaku Sekretaris Majelis Pimpinan Cabang Pemuda Pancasila (MPC PP) Kota Serang kepada awak media membenarkan bahwa yang dikeroyok sore tadi adalah anggotanya dan berprofesi sebagai debt collector.

"Iya benar yang dikeroyok itu anggota PP, mereka kerja sebagai debt collector. Tapi mereka ngga salah, mereka hanya menjalankan tugas sesuai prosedur dan tidak membawa-bawa bahwa mereka anggota PP," terang Dedy.

Lanjut Dedy, "Ormas PERPAM itu nge back up mobil-mobil yang bermasalah. Dan kejadian ini sepertinya udah direncanain sama mereka (anggota PERPAM-red). Karena menurut informasi, mereka udah kumpul di alun-alun dari sore".

"Kalaupun memang anggota kami salah, ngga seharusnya mereka main hakim sendiri. Disini ada pihak Kepolisian, silahkan laporkan, jangan main keroyok aja. Hargai hukum yang ada. Jadi ga salah kalau kami meminta Ormas PERPAM dibubarkan," tutup Dedy. (Amel)

PT. Jurnalis Indonesia Satu

Kantor Redaksi: JAKARTA - Jl. Terusan I Gusti Ngurah Rai, Ruko Warna Warni No.7 Pondok Kopi Jakarta Timur 13460

Kantor Redaksi: CIPUTAT - Jl. Ibnu Khaldun I No 2 RT 001 RW 006 Kel Pisangan Kec Ciputat Timur (Depan Kampus UIN Jakarta)

+62 (021) 221.06.700

(+62821) 2381 3986

jurnalisindonesiasatu@gmail.com

Redaksi. Pedoman Siber.
Kode Perilaku.

Mitra Kami
Subscribe situs kami
Media Group IndonesiaSatu