Pengeroyokan Terhadap Anggota PP, Dedy: Belum Ada Permintaan Maaf Dari Ormas PERPAM

ayuamalia, 18 Jan 2020, PDF
Share w.App T.Me
INDONESIASATU.CO.ID:

Kota Serang - Kasus pengeroyokan yang menimpa 2 orang debt collector kemarin menuai kontroversi. Mereka dipukuli hingga babak belur oleh anggota Ormas PERPAM.

Toni (38) warga Pekarungan yang merupakan salah satu korban pengeroyokan kepada awak media menceritakan kronologis kejadian yang menimpa dirinya.

"Kemarin itu, saya sama tim lagi ngopi di warung, terus datang laki-laki pake motor Yamaha Fino A 2571 CX. Kebetulan motor itu masuk list motor yang nunggak (dicari), karena dari 35 angsuran baru masuk 3 bulan. Saya nanya baik-baik pake Assalamualaikum dulu, nanya atas nama Romli itu siapa, tapi dia ga jawab. Selang beberapa menit, datang lagi 2 orang yang mengaku anggota perpam dengan mengatakan ini sudah direncanakan. Dia mengatakan bahwa setiap setiap matel yang ketemu tim perpam akan dibunuh, bahkan mau dibakar. Tak lama kemudian dateng lagi rombongan 4 mobil tapi jumlah orangnya saya ngga tau," terang Toni.

Lanjut Toni, "Orang itu nanya kamu matel, saya jawab iya. Kemudian HP saya dirampas dan kantong saya di geledah, dompet saya diambil. Setelah memeriksa dompet saya ada KTA Pemuda Pancasila (PP), disitu mereka makin arogan. Saya digebukin, temen saya (Yana) sempet lari tapi dikejar dan dipukulin juga".

"Saya dipukulin pake helm, pake bangku, kaya bukan orang. Untung ada anggota Brimob yang lewat, saya langsung diamanin sama anggota Brimob itu sampai ke Polsek Serang," ucapnya.

Fathur Rahman selaku Kordinator lapangan PT. Bayu Gatra Perkasa tempat Toni dan Yana bekerja menyayangkan sikap arogansi Ormas Perpam kepada anggotanya.

"Ini ga manusiawi, anggota saya dipukulin kaya bukan orang. Mereka kan hanya menjalankan tugas, mereka nanya juga baik-baik ngga langsung main rampas. Kalau emang anggota kita salah kan ada Kepolisian, silahkan laporkan. Jangan main hakim sendiri," katanya.

Fatur juga mengatakan, "sebenarnya dengan kehadiran debt collector tidak merugikan masyarakat, justru sekarang masyarakat lebih berhati-hati dalam membeli kendaraan dan jika ada yang mau menggadaikan kendaraan."

Sementara itu Sekretaris MPC PP Kota Serang Dedy Yulfris yang juga ditunjuk sebagai perwakilan keluarga korban yang ditemui di markas MPW PP Banten mengatakan sampai  saat ini belum ada niat baik untuk meminta maaf.

"Belum ada permintaan maaf dari Ormas PERPAM ke kami ataupun ke perusahaan. Semalam kami sudah membuat laporan di Polres Serang Kota atas peristiwa pengeroyokan kepada anggota kami," ungkap Dedy. 

Sampai berita ini ditayangkan belum ada informasi lebih lanjut dari pihak Polres Serang Kota terkait proses pemeriksaan terhadap korban dan pelaku pengeroyokan. (Amel)

PT. Jurnalis Indonesia Satu

Kantor Redaksi: JAKARTA - Jl. Terusan I Gusti Ngurah Rai, Ruko Warna Warni No.7 Pondok Kopi Jakarta Timur 13460

Kantor Redaksi: CIPUTAT - Jl. Ibnu Khaldun I No 2 RT 001 RW 006 Kel Pisangan Kec Ciputat Timur (Depan Kampus UIN Jakarta)

+62 (021) 221.06.700

(+62821) 2381 3986

jurnalisindonesiasatu@gmail.com

Redaksi. Pedoman Siber.
Kode Perilaku.

Mitra Kami
Subscribe situs kami
Media Group IndonesiaSatu